Minggu, 14 Februari 2016

Nyata, Ini Tiga Razia Terunik yang Pernah Dilakukan di Indonesia

jugglekiddos.blogspot.com - Nyata, Ini Lima Razia Terunik yang Pernah Dilakukan di Indonesia



BISNIS POKER - Razia tempat hiburan, karaoke, narkoba, sex bebas, dan balap liar mungkin sudah terlalu biasa dilakukan sejumlah aparat atau warga berwenang di Indonesia. Namun, ada beberapa razia yang tidak biasa alias jenis razia ini tergolong unik. Sebut saja razia rambut gondrong, orang gendut, bahkan razia keperawanan para pelajar.
Ya, meski berkesan main-main, ternyata sejarah Indonesia pernah mengungkap kisah bagaimana aparat atau warga yang berwenang pernah mendisiplinkan warganya dengan cara merazia hal-hal tersebut.
Kejadiannya sudah sejak lama, hampir 5 dekade yang lampau, pemerintahan orde baru pernah menyelenggarakan operasi tertib warga.
Karena itu, ada banyak razia yang dilakukan. Alih-alih menertibkan warga, razia jenis ini memicu kontroversi sejumlah kalangan sehingga bukannya tertib justru malah terjadi kericuhan.
Lantas, apa saja dan bagaimana razia unik dilakukan. Simak penuturannya dalam sejarah razia Indonesia berikut!
1. Agen PokerRazia Rambut Gondrong
Suatu arsip menyebutkan Indonesia pernah semarak dengan razia rambut gondrong. Catatan Kompas, pada 3 Desember 1966 atau bertepatan dengan Kamis (3/12) hari ini, menyebut Operasi Tertib diselenggarakan oleh Garnisun Jakarta Raya dengan merazia kendaraan dan warga yang berambut gondrong pada awal Desember 1966.
Pelaksanaan razia ini berlangsung di sejumlah jalan yang ramai di Ibu Kota, diikuti dengan pengguntingan rambut gondrong yang dewasa ini (pada 49 tahun silam) digemari anak muda.
Rambut gondrong dianggap ”tidak mengenal keindahan dan keberesan”. Pengguntingan rambut gondrong itu dilakukan di tengah jalan oleh petugas Garnisun.
Garnisun adalah organisasi militer yang bertugas pokok menegakkan hukum, disiplin dan tata tertib di wilayah TNI, terutama prajurit TNI dan PNS TNI, tetapi pada zaman orde baru (orba), Garnisun turun juga untuk merazia warga sipil atas pemerintahan Soeharto.
Nah, larangan rambut gondrong pun kian menjadi, aplagi sejak Presiden Soeharto mengirimkan radiogram agar anggota ABRI serta karyawan sipil yang bekerja di lingkungan militer dan keluarganya juga dilarang berambut gondrong.
“Gaya ini dikritik pemerintah sebagai kebarat-baratan,” ujar Remy Silado, salah satus eniman Indonesia mengenang peristiwa tersebut.
Remy yang ngefans sama The Beatles juga sempat ketar ketir karena punya rambut yang panjangnya sampai ke bokong. Nggak cuma Remy, seperti dikutip harian Tempo, pada 1971, TVRI mencekal para seniman lain yang berambut gondrong. Mereka dilarang tampil di stasiun televisi milik pemerintah itu.
Selanjutnya, teman-teman di Yogyakarta mengalami hal yang sama. Mayoritas sekolah tidak mengizinkan siswa yang berambut gondrong untuk ikut ujian.
Di Wonosobo, penonton berambut gondrong juga nggak boleh menonton film di bioskop meski telah membeli karcis.
Di Medan, Gubernur Sumatera Utara Marah Halim bahkan membentuk Badan Pemberantasan Rambut Gondrong.
2. Agen DominoQQ - Razia Keperawanan
Last but not least, ada razia keperawanan!
Buat yang pernah melihat sinema elektronik (sinetron) pada tahun 90-an, ada sinetron berjudul “Pernikahan Dini” yang sangat populer saat itu.
Diperankan Agnes Monica dan Sahrul Gunawan, Pernikahan Dini menggambarkan maraknya seks bebas di kalangan pelajar yang juga mengarah ke pernikahan akibat “kecelakaan” alias Married by Accident.
Nah, peristiwa ini memicu jumlah pernikahan dini di kalangan anak muda meningkat pula. Padahal pada zaman itu, keluarga berencana sedang gencar-gencarnya dikampanyekan!
Menyikapi hal ini, beberapa sekolah mulai menerapkan tes keperawanan, yakni bagi para siswi yang mau masuk ke SMA. Tentu, hal ini menimbulkan kontroversi sehingga banyak pihak tak menyetujuinya.
Perlu diketahui bagi kita, bahwa selain diri kita, yang berhak menyaksikan kelamin adalah ibu kandung kita.
Sekali pun dokter, maka seorang ibu wajib mendampinginya. Jadi jangan tunjukan pada siapa pun selain dua orang itu, kamu dan ibumu.
Menanggapi adanya tes keperawanan bagi siswa SMA yang kabarnya kontoversial itu, guru Pendidikan Kewarganegaraan dan sekaligus Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan kalau ia menolak keras pemberlakuan itu.
Ia mengatakan, setiap manusia memiliki hak atas tubuhnya, nggak terkecuali juga perempuan.
"Seorang perempuan itu berhak menolak untuk menunjukkan vaginanya kepada orang lain, tak terkecuali seorang dokter," katanya kepada HAI.
3. Agen BandarQQ - Razia Jomblo
Lain orde baru lain pula orde millennia baru, alias orde kekinian, bro! Di saat 1970an yang lain galau soal Indonesia belum juga maju dari keterpukuran paska kemerdekaan, anak-anak kekinian justru lebih galau pada status.
Alhasil, banyak anak muda yang meratapi kisahnya sendiri. Mulai dari kelamaan menjomblo, susah move on karena baru putus cinta, dan sulit sekali melupakan mantan. Aduh!
Anak muda pun jadi gampang sedihan, baper (bawa perasaan) dan lain sebagainya. Sempat ada kejadian dimana para jomblo ogah menampakan dirintya, sebab dunia maya, media sosial secara beramai-ramai siap membully seorang jomblo.
Meski nggak kasat mata ada razia jomblo, medsos, terutama di sabtu malam, bagi para jomblo adalah saatnya menjauh karena khawatir ada yang mencari-cari sosok jomblo dan siap mengejek-ejek atau bahkan melecehkan di dunia maya (cyber bullying).