Selasa, 17 Januari 2017

Cornelis Spelmn Pemecah Belah Nusantara Dan Buat VOC Gulung Tikar


Agen Poker - Untuk sekitar 3,5 abad Belanda menjajah Indonesia sudah banyak kerugian yang bangsa kita. mereka mengikis semua jenis yang ada di Indonesia. Cara yang dilakukan juga bervariasi.

 agen poker


Beberapa di antaranya adalah untuk membangun perdagangan kemitraan VOC dan provokasi politik yang dikenal dengan nama divide et impera. Kemitraan perdagangan akhirnya dilipat. Alasannya adalah bahwa banyak orang Belanda yang ternyata jenderal korup.

Salah satu jenderal Belanda yang menyebabkan gulungan tikar VOC adalah Cornelis Speelman. Dia berulang kali menggunakan uang untuk VOC kesenangan sendiri seperti membeli berlian yang harganya mahal dan bertindak sewenang-wenang. Bagaimana profil Speelman dan bekerja sebagai Jenderal Belanda? Simak ulasan menarik berikut.

Awal Karir Cornelis Speelman

Agen Domino - Speelman lahir pada tanggal 2 Maret, 1628. Pada usia 16 tahun ia telah berkeliling dunia ke Asia. Awalnya ia diterima sebagai karyawan VOC di India. Bahkan satu tahun, ia telah menginjakkan kaki di Batavia sebagai kepala administrasi.

keahliannya dalam kerja membuat banyak orang percaya. Dia kemudian diangkat sebagai sekretaris Rad van Indie atau dewan penasihat gubernur jenderal. Tidak main-main, badan adalah salah satu yang memiliki posisi tinggi dalam struktur VOC.
Pada 1661 Speelman diangkat sebagai senator Schepen van Batavia sekarang sejajar dengan DPR. Salah satu penyebab dari karirnya adalah pernikahan semakin mulus dengan putri seorang jenderal Belanda di 1657. Selain itu, kemampuannya untuk menjalankan politik divide membuanya dilantik sebagai Gubernur Jenderal VOC di Batavia pada 25 November 1681.

pakar politik Menjalankan divide et impera

Selain pandai menempatkan diri dalam karirnya, Cornelis Speelman juga seorang ahli dalam menjalankan politik divide atau membagi et impera. Mencatat Pangeran Hasanuddin, Sultan Haji dan Amangkurat II jatuh atas dorongan Speelman. Dia membantu Whitewater Palakka melawan Hasanuddin. Dengan armada 600 tentara untuk tidak menyebutkan dari penyerahan Putih Palakka, Hasanuddin. Akhirnya ia menandatangani perjanjian bongaja.


Agen Poker Online -Selain itu mengembang ke Jawa. Bermaksud untuk campur tangan dalam sengketa yang melibatkan Amangkurat II dan Trunojoyo. bantuan penuh dicairkan Speelman pada Amangkurat II. Tidak sia-sia, Amangkurat II jijik Trunojoyo pemberontakan. Namun, Amangkurat II harus menyerah wilayah yang dikuasai oleh VOC. Seperti halnya dengan Sultan Haji. Beberapa daerah jatuh dalam kekuasaan Speelman Banten.

korupsi besar-besaran dan tindakan sewenang-wenang


jabatan tinggi memang kadang menyilaukan. Ketika menjabat sebagai Coromandel ini, Speelman mengajukan potongan kasus berlian mewah. Melalui sidang digelar, ia dihukum karena penyalahgunaan wewenang karena gaji dari Koromandel tidak akan pernah cukup untuk membeli barang-barang mewah. kantor Speelman akhirnya diturunkan untuk kapten kapal dan diikuti 15 bulan penjara dan denda tiga ribu gulden.

Tidak hanya itu, saat menjabat sebagai gubernur jenderal VOC, Speelman juga sering pelanggaran. Dia berlaku sewenang-wenang dengan memenjarakan sekitar seribu orang, padahal sebenarnya satu-satunya bersalah. Kemudian ia juga menjual budak, menjua harga lada di bawah pasar, dan memanipulasi gaji bagi para prajurit.

Jadilah Satu Penyebab Gulung tikar VOC


VOC sebagai mitra dagang di Batavia juga dipimpin oleh menelan kerugian selama Speelman. penjualan tekstil mereka selama 1681-1684 anjlok sampai 90 persen. pedagang swasta mulai berani mengganggu monopoli VOC. Bahkan monopoli opium tidak beroperasi secara efektif.

Agen Domino Online - VOC sudah menyita properti milik Speelman. Sayangnya beberapa harta Speelman keburu bergegas ke Belanda. Speelman sendiri meninggal pada 11 Januari 1684 karena penyakit yang dideritanya. Ternyata kebiasaan korupsi tidak berhenti di hanya Speelman.

Generasi berikutnya dari pejabat VOC juga melakukan hal yang sama dengan VOC bangkrut pada tahun 1799. Ini bukan akhir dari pemerintahan kolonial Belanda, tapi kemudian ketika negara itu kembali, ada cerita bahwa mereka akan dipindahkan oleh suku Dayak saat menginjakkan kaki di Kalimantan.

Cerita sekilas tentang bagaimana keegoisan dan orang licik, dapat merusak banyak hal. Mulai dari pit, untuk penindasan korupsi demi kepentingan mereka sendiri. peringkat tinggi memang sering membuat orang lupa diri ketika diberi mandat. Yang harus dijaga dengan baik bahkan dilecehkan. Pada akhirnya mereka sendiri yang harus menanggung kerugian akibat tindakannya.