Minggu, 15 Januari 2017

Rebo Kasan Yang Dikeramatkan Sebagai Hari Balak Atau Sial


Agen Domino - Berbicara tentang tradisi dan budaya di Indonesia tampaknya tidak pernah berakhir. Berbagai ritual dan tradisi selalu warna pada hari-hari tertentu. Salah satunya yang cukup terkenal adalah Rebo Wekasan. Rebo berarti Rabu dalam bahasa Indonesia dan berarti Wekasan Pungkasan atau akhir. Secara harfiah, rebu Wekasan adalah Rabu lalu. Lebih tepatnya, adalah Rabu terakhir bulan Safar (bulan kedua dari 12 bulan tahun Kalender Hijriah). Ada tradisi dan ritual yang biasa dilakukan pada Rebo Wekasan. Mengingat Rebo Wekasan seharusnya mengatakan ini adalah "hari suci".

 agen poker


Ada tradisi ritual yang dilakukan oleh orang-orang dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa, Sunda dan Madura di Wekasan Rebo ini. Bentuk umumnya empat jenis ritual. Apa? Di antara tahanan lainnya menolak doa, berdoa doa khusus, air minum Jumat, dan keselamatan. keselamatan ini bisa dalam bentuk sedekah atau berbuat baik kepada orang lain. Dengan melakukan ritual tersebut, ada kepercayaan dari berbagai bencana dan musibah bisa dihindari. Hm, cukup menarik untuk mengeksplorasi nih lanjut.

Tidak ada Cerita Terkait menarik Origins Rebo Wekasan

Agen Poker - Selain itu setiap tradisi yang telah berjalan selama beberapa generasi harus ada awal. Demikian pula, tradisi Wekasan Rebo. Tradisi ini berasal dari usulan diriwayatkan Sheikh Ahmed bin Umar Ad-Dairobi (w.1151 H) dalam buku "Fath Al-Majid Malik Al-Mu-Allaf Li Naf'il 'Abid Wa Qam'i kulli Jabbar' anid (umumnya disebut:.. Mujarrobat ad-Dairobi) dalam buku "Al-Jawahir Al-khams" oleh Syaikh Muhammad bin Al-'Atthar Khathiruddin (w Th 970 H), Hasyiyah As-Sittin ada juga saran yang sama.

Dalam buku itu, kita diberitahu ada Waliyullah yang memiliki jabatan tinggi mencapi disebut maqam kasyaf. Dia mengatakan bahwa setiap tahun pada hari Rabu terakhir dari Safar, Pencipta penurunan dari 320 ribu jenis tahanan dalam satu malam.

Nah, untuk empuk dari tahanan, ia menyarankan agar umat Islam melakukan shalat dan doa bersama. Doa tidak berdoa seperti shalat lima waktu. Sebaliknya berdoa empat rakat di mana setiap rakaatnya membaca surat al-Fatihah dan Surah Al-Kautsar 17 kali, 5 kali Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas 1 kali. Kemudian, setelah salam diikuti dengan membaca doa-doa khusus yang dibaca 3 kali. Waktu untuk melakukan ini adalah di pagi hari (waktu Dhuha).

Rebo Wekasan tradisi Bisa Berbeda di Setiap Daerah

Agen Domino Online - Tradisi dan ritual Rebo Wekasan umumnya dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di pulau Jawa. Sementara di luar Jawa, tradisi ini tidak diketahui secara luas. Di pulau Jawa, juga, tradisi dapat bervariasi di setiap daerah. Di kota Gresik, misalnya, tradisi dirayakan dengan manfaat amal Harisa bubur dengan seluruh desa. Di Tasikmalaya lain, dengan doa pada akhir hari Rabu di ruang masjid atau shalat, maka lebih berdoa bersama-sama. Di Cirebon, ada tradisi Ngapem dan Ngirap.

Biasanya dalam rebu masyarakat Wekasan, Cirebon akan membagi apem kepada tetangga sebagai bentuk rasa syukur. Sebagai bagian dari tindakan tahanan awal, masyarakat Cirebon juga ada yang mandi di sungai Drajat untuk menghilangkan kotor-kotor. Sementara itu, jika di Probolinggo, tradisi adalah pergi ke para pemimpin agama Islam di kelompok, membawa air untuk berdoa dengan tujuan untuk menghindari tahanan.

Penyebutan Rebo Wekasan juga tidak persis sama di setiap daerah. Di Yogyakarta, disebut Rebo Pungkasan. Jika di Sunda dan panggilan Banten Rebo Kasan. Kemudian di Madura disebut Rebbuh Bekasen. Di sebagian besar wilayah lain dari Mantan panggilan Rabu. Tradisi ini juga dapat berbeda satu sama lain sesuai dengan yang berasal dari nenek moyang mereka. Tapi tujuannya tetap satu, yaitu untuk menolak permintaan tahanan dan perlindungan Yang Mahakuasa.

Pungkasan upacara hari Rabu di Yogyakarta Memiliki Nilai Sejarah Tinggi

Rebo Wekasan tradisi (rebu Pungkasan) di Yogyakarta memiliki nilai sejarah tinggi. Menurut cerita, titual sudah ada sejak 1784 M. Tapi ada juga yang menyebut tradisi yang sudah ada sejak tahun 1600 Masehi Nah, ada cerita yang menarik dari tradisi turun menurun ini.

Upacara ini dilakukan pada terjadinya pertemuan antara Sri Sultan Hamengkubuwono I dengan Kiai Faqih Usman. Kiai Faqih Usman bukan orang sembarangan, dia adalah seorang sarjana yang menjadi penasihat Raja Ngayogyakarta juga seorang dokter yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit yang menyerang Wonokromo.

Di daerah Bantul, tradisi Pungkasan Rebo dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas ilahi. Beberapa donat nama karnaval sebagai puncak dari tradisi. Jadi ini semacam prosesi mengarak donat raksasa dengan ukuran sekitar 2,5 meter dan diameter 45 cm. Lemper Wonokromo diarak dari desa ke balai desa Wonokromo.

Dalam prosesi itu, ada deretan Keraton Yogyakarta dan juga kelompok-kelompok seni rakyat. Kemudian donat raksasa akan dibagikan kepada para undangan. Kemudian gunung akan diperebutkan oleh makan masyarakat. Ada kepercayaan bahwa orang yang berhasil mendapat gunung makanan yang akan dihargai nanti. Tidak heran ini adalah puncak dari masyarakat yang paling diantisipasi.

Pentingnya toleransi dalam menanggapi Tradisi Rebo Wekasan

Agen Poker Online - Tak bisa dipungkiri bahwa ada sejumlah pro dan kontra serta berbagai tradisi hukum yang satu ini. Tapi yang penting adalah kita masih perlu untuk menjaga toleransi satu sama lain.

Terlepas dari atribut yang mengelilingi Rebo Wekasan, tradisi ini sebenarnya hal yang baik. Seperti dijelaskan di atas, Rebo Wekasan berisi tentang mendaki doa bersama untuk sedekah. doanya itu sendiri juga tidak semua jenis karena meminta Tuhan untuk menghindari bencana.

Jika ada tradisi di wilayahnya sendiri Rebo Wekasan juga kah? Setiap tradisi tentu memiliki nuansa dan selalu memberi pengalaman yang tak terlupakan. Mengambil tinggal yang baik dan manfaat sendiri.